YAYASAN MIFTAHUL BAROKAH

style="position:fixed;z-index:65535;left:0px;bottom: -3px;width:100%;">
"width="120px"height="100px"/>
  • HADITS
  • 'AQIDAH
  • AKHLAQ
  • FIQIH
  • USHUL FIQIH
  • SEJARAH ISLAM
  • 'ILMU ALAT
  • BAHTSUL-MASA`IL
  • UNDUH
  • Home » » سلم المنجاة

    سلم المنجاة


    سلم المنجاة





    Sulam al-Munajat
    Kitab Sulam al-Munajat adalah syarah atas kitab (matan) Safinah al-Shalah karya al-Sayid 'Abd Allah bin 'Umar al-Hadrami. Kitab Safinah al-Shalah berisi tuntunan praktis tentang shalat, dari sejak cara-cara bersuci sampai dengan pelaksanaan shalat, menurut mazhab Imam al-Syafi'i. Mengenai sistematika isinya, kitab matan ini terdiri atas tiga bagian yaitu, pendahuluan, isi, dan penutup. Pendahuluan berisi hamdalah dan shalawat; isi, meliputi dua bagian yaitu, akidah (makna kalimat Syahadatain), dan tuntunan shalat; sedang penutup berisi shalawat. Melihat porsi isi kitab tersebut, tepatlah dikatakan, kitab itu kitab fiqh. Karena singkatnya uraian, maka dalam buku itu tidak menunjukkan dalil-dalil, masalah-masalah, dan alternatif-alternatif yang mungkin ada di luar tuntunan shalat itu sekalipun masih dalam lingkungan mazhab Imam al-Syafi'i.
    Dalam memperluas bahasan tentang shalat, al-Syeikh Muhammad Nawawi al-Bantani menulis kitab syarah atas kitab (matan) tersebut yang, kemudian diberi nama Sulam al-Munajat, pertama kali terbit pada tahun 1297 Hijriyah. Dalam penulisannya, pensyarahan dilakukan pada seluruh kitab matan tersebut, yaitu dari pendahuluan sampai dengan penutup. Pada pendahuluan yang hanya berisi hamdalah dan shalawat, al-Syeikh Muhammad Nawawi menulis syarahnya cukup panjang, yaitu sampai mengungkapkan "misteri" nama Muhammad (Rasulullah), dan menyusun tabel tentang al-Khulafa al-Rasyidun. Pada bagian isi, al-Syeikh Muhammad Nawawi membuat syarah sesuai dengan bagian isi dalam kitab matan, yaitu bidang akidah dan bidang tuntunan shalat. Pada bidang akidah yang meliputi pembahasan tentang makna syahadat, sifat-sifat Tuhan, dan sifat-sifat Rasul, khususnya Nabi Muhammad SAW, al-Syeikh Nawawi menyusun syarah cukup panjang. Dalam masalah iman, al-Syeikh Muhammad Nawawi menguraikan bagian-bagian iman (ajza'u al-iman), dan sampai pada konsep dan kedudukan kafir. Mengenai tuntunan shalat secara praktis, dalam syarahnya, al-Syeikh Nawawi mengemukakan dalil-dalil dari al-Qur'an atau al-Sunnah, mengemukakan masalah-masalah dan pemecahannya lengkap dengan sumber pengambilannya. Pada bagian penutup yang berisi shalawat dan hamdalah, dalam syarahnya, al-Syeikh Nawawi memperluas maksud shalawat yang dalam arti harfiahnya ialah mendo'akan Nabi, sedang hamdalah dinyatakan sebagai sifat bagi Allah.
    Mengenai gaya pensyarahannya, al-Syeikh Muhammad Nawawi menge-mukakan tambahan-tambahan uraian di bawah pernyataan tanbih, far'un, dan i'lam; ungkapan ini semuanya berjumlah 7 kali. Kemudian, untuk mempermudah analisis, Nawawi menyusun tabel atau bagan tentang masalah-masalah tertentu. Dalam masalah penentuan arah kiblat, Nawawi membuat bagan pemetaan falakiyah; dalam masalah hubungan wudu, mandi., dan shalat, Nawawi membuat tabel linier; dan dalam pembahasan hikmah dan makna shalat, Nawawi membuat bagan dalam bentuk "pohon" ikhlas. Kemudian, dalam melengkapi penjelasan, al-Syeikh Muhammad Nawawi melengkapinya dengan illustrasi dengan masalah pembahasan.
    Memperhatikan syarah yang disusun oleh al-Syeikh Muhammad Nawawi tersebut, terlihat pembahasan yang luas yang bukan hanya menjelaskan atau mengomentasi kitab matannya. Hal ini misalnya diperlihatkan dalam pengungkapannya lewat bagan dan pembahasannya. Dalam kitab matan tidak dibicarakan bagaimana cara menentukan arah kiblat; sedangkan dalam syarah-nya, ketika membicarakan keharusan menghadap kiblat, Nawawi membicarakan arah kiblat dengan persyaratannya di bawah kata i'lam (ketahuilah), lalu meng-gambarkan dan menjelaskan rumus-rumus falakiyah untuk menentukan arah kiblat dengan contoh lokasi wilayah Banten. Rumus falakiyah itu kemudian di-lengkapi dengan gambar (bagan). Demikian pula ketika kitab matan mengakhiri uraian tentang kaifiyat shalat, al-Syeikh Muhammad Nawawi menjelaskan dalam syarahnya tentang hikmah shalat, baik dari segi gerak dan bacaannya maupun dari segi jumlah raka'at dan waktu-waktunya. Uraian tentang hikmah shalat ini kemudian ditunjukkan lewat gambar (bagan) bagian-bagian dan struktur shalat yang berbentuk pohon dengan akar, batang, ranting, daun, dan buah. Karena itu, meskipun Sulam al-Munajat karya al-Syeikh Muhammad Nawawi tersebut berbentuk syarah, namun dapat memperlihatkan kemandirian ide dan pemikiran-pemikirannya, sebab bukan hanya komentar terhadap kitab matannya. Dengan kemandirian yang diperlihatkannya itu, cukup beralasan jika dikatakan bahwa karya al-Syeikh Muhammad Nawawi al-Bantani ini adalah berkualitas sebagai karya mandiri.


    Download

    Written by : Acep Rodibilah - Tujuan dalam pembuatan blog saya

    Tujuan saya membuat blog sederhana adalah untuk menuangkan ide-ide, pengalaman, ilmu yang saya dapatkan, yang kadang sering terbuang jika saya tidak menulisnya dan juga saya ingin membagikan ide, pengalaman, dan ilmu saya kepada para pengnjung blog saya, jika anda memesan sesuatu kaitannya dengan blog saya atau anda menginginkan agar menampilkan sesuatu pada blog saya ini silahkan dan Insya Allah saya akan lakukan selagi diberi kemampuan oleh Allah dan jika ada kesalahan atau kekurangan silahkan komentari saya dengan cara Islami/sopan santun

    Join Me On: Facebook | Twitter | Google Plus :: Thank you for visiting ! ::

    0 komentar:

    Blogger templates